Kediri, SEJAHTERA.CO – Di jantung Kota Kediri, geliat pembangunan tak henti terdengar. Deru alat berat dan langkah para pekerja proyek mewarnai kawasan Stasiun Kota Kediri, tempat pemerintah kota tengah menata ulang wajah kota melalui proyek revitalisasi besar senilai Rp 9 miliar. Proyek ini bukan sekadar memperbaiki trotoar dan jalan, melainkan menciptakan ruang publik baru yang estetik, nyaman, dan inklusif bagi masyarakat.
Revitalisasi kawasan stasiun ini menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kota Kediri untuk menghadirkan kawasan pedestrian modern yang menggabungkan fungsionalitas dan keindahan. Konsepnya dirancang menyerupai suasana legendaris Jalan Malioboro di Yogyakarta, dengan taman, kursi duduk, lampu jalan yang artistik, dan fasilitas ramah disabilitas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kediri, Endang Kartika Sari, melalui Kepala Bidang Bina Marga, I Made Dwi Permana, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pengalaman masyarakat yang menggunakannya.
“Proyek ini meliputi perbaikan badan jalan, pembangunan trotoar, drainase, serta penataan fasilitas pendukung seperti lampu penerangan jalan umum, tempat duduk, dan jalur ramah disabilitas. Kami ingin kawasan stasiun menjadi ruang publik yang inklusif dan tertata rapi,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).\
Baca Juga :Persik Kediri Bertekad Rebut Kemenangan Kandang Saat Jamu PSM Makassar di Liga 1
Revitalisasi ini mencakup panjang jalan sekitar 200 meter dengan lebar 7 meter, serta trotoar di kedua sisi selebar 5 meter. Penataan ini memungkinkan pejalan kaki, wisatawan, hingga masyarakat lokal beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.



















