Setelah mitigasi awal dilakukan BPBD Jawa Timur, pihaknya kini menunggu rekomendasi lanjutan. Sementara itu, retakan untuk sementara ditutup dengan tanah agar tidak semakin melebar.
“Kita masih menunggu hasil rekomendasi dari BPBD seperti apa,” kata Marsanto.
Baca Juga :Bobol Kotak Amal Musala, Pemuda Ngawi Bawa Kabur Rp5,8 Juta
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengubah fungsi hutan menjadi area persawahan. Menurutnya, keberadaan tanaman keras sangat penting untuk menjaga kestabilan tanah di kawasan rawan longsor.
“Kalau bisa jangan dijadikan sawah dan ditanami padi. Lebih baik ditanami tanaman keras untuk mencegah longsor,” pungkasnya.



















