Kondisi tersebut membuat lubang terlihat seperti goa raksasa di tengah jalur penghubung antar dusun.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun akses transportasi warga terganggu cukup parah. Kendaraan roda empat dipastikan tidak dapat melintas karena kedalaman dan kondisi tanah yang masih labil.
“Saat ini hanya kendaraan roda dua yang bisa lewat, itu pun harus bergantian dan ekstra hati-hati,” tambahnya.
Kerugian materiil akibat kerusakan infrastruktur ini ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta. Selain badan jalan, pondasi jembatan di sekitar lokasi juga terancam akibat pergerakan tanah.
Baca Juga :Polres Batu Amankan Dua Pemuda Kasembon, 15 Kg Bahan Peledak Petasan Disita
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Forkopimcam Ngantang, PMI, dan perangkat desa setempat langsung turun melakukan kaji cepat serta pengamanan lokasi.
Garis pembatas sementara dan rambu-rambu peringatan telah dipasang untuk mencegah kecelakaan.



















