Dalam sehari, ia mampu memproduksi lebih dari satu kuintal rengginang mentah. Proses pembuatannya dimulai dari merendam beras ketan, kemudian ditiriskan dan dikukus selama sekitar 1,5 jam. Setelah itu adonan dicetak menjadi bulatan rengginang dan dijemur hingga kering.
Baca Juga Pemkab Jombang Segel Tower BTS Tanpa SLF, Baru 9 dari 314 Menara Berizin
“Caranya mulai ketan direndam, ditiriskan, dikukus sekitar satu setengah jam. Setelah itu dicetak dan dikeringkan,” jelasnya.
Namun proses produksi sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pada musim kemarau dengan panas matahari yang cukup, proses pengeringan hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari. Sebaliknya, saat musim hujan pengeringan bisa memakan waktu hingga satu minggu.
Untuk pemasaran, sebagian pembeli datang langsung ke rumah untuk mengambil pesanan. Permintaan biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran maupun saat musim hajatan pernikahan.
“Puncaknya jelang Lebaran seperti sekarang ini atau saat banyak hajatan nikahan. Karena rengginang memang sudah identik sebagai suguhan tamu,” katanya.
Baca Juga Jelang Lebaran 2026, Polisi Petakan Lima Titik Rawan Macet di Kota Batu
Rengginang produksi Wiwik dijual dengan harga sekitar Rp35 ribu per kilogram. Dalam sebulan, kebutuhan bahan baku ketan untuk memenuhi produksi bisa mencapai hingga dua ton.



















