“Dari empat kecamatan tersebut, Pulung paling banyak dengan 13 kejadian longsor, sembilan di antaranya terjadi di Desa Banaran,” imbuhnya.
Berdasarkan prakiraan mingguan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem di Ponorogo diperkirakan masih berlangsung hingga 9 April 2026, bahkan berpeluang berlanjut hingga pertengahan bulan.
“Mulai dasarian ketiga, Ponorogo diperkirakan mulai memasuki musim kemarau,” tambahnya.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras dengan durasi lama.
Baca juga:ASN Pemkab Ponorogo Masih Bekerja Normal, Kebijakan WFH Tunggu Aturan Pusat
“Jika kondisi berpotensi membahayakan, masyarakat sebaiknya mempertimbangkan untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman,” pungkas Masun.



















