Dia mengatakan, berbeda dengan minyak curah, minyak kemasan naiknya tidak terlalu drastic. Untuk minyak kemasan jika biasanya dibanderol Rp 42 ribu per 2 liter, kini hanya Rp 44 ribu.
Kenaikan Rp 2 ribu itupun bertahap. Dampak kenaikan itu, angka penjualan migor di tokonya juga terpengaruh. Jika biasanya mampu menjual hingga empat drum berisi 20 liter migor, kini hanya mampu 2 drum saja. “Penjualan ikut terpengaruh,’ katanya.
Meski naik, lanjutnya, untuk stok tidak terpengaruh. Dirinya baru kalang kabut jika harga naik, tetapi stok kosong.
Baca Juga :DPRD Ponorogo Soroti WFH ASN, Jangan Sampai Berubah Jadi Libur Panjang, Minta Lakukan Pengawasan
Padahal, selama ini penjualan migor menjadi salah satu tumpuan bisnisnya di pasar. ‘Mudah-mudahan cepat turun. Karena penjualan ikut terpengaruh, “ katanya.



















