“Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa langsung diterapkan di posyandu, terutama dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, bayi, dan balita,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua LPK Elvita Fajar Mulia Kota Kediri, Indah Yuni Astuti, mengungkapkan pelatihan ini dikemas secara komprehensif dan aplikatif. Hari pertama diisi materi kelayakan pangan dari Dinas Kesehatan, dilanjutkan praktik pembuatan menu MPASI dan balita.
Hari kedua mengangkat materi kewirausahaan bersama akademisi UIN Kediri. Hari ketiga membahas kebutuhan gizi bersama Universitas Surabaya. Selanjutnya, hari keempat fokus pada sertifikasi halal bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebelum ditutup dengan lomba kreasi menu MPASI dan balita pada hari kelima.
“Tidak hanya soal kesehatan, pelatihan ini juga membuka peluang usaha bagi kader. Produk pangan bergizi bisa menjadi sumber ekonomi baru,” terang Indah.
Selain itu, peningkatan konsumsi protein, khususnya dari ikan, turut menjadi perhatian dalam pelatihan ini guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan penguatan kapasitas kader posyandu, Pemerintah Kota Kediri optimistis mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.



















