Lahan hasil program TORA tersebut kini telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang dikelola oleh Koperasi Produsen Merah Putih Puthuk Sejahtera melalui unit usaha Giri Murti.
Tidak hanya sekadar pertanian, kawasan ini kini menawarkan wisata edukasi kopi, penginapan (homestay), hingga kuliner tradisional yang dikembangkan dengan pendampingan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Heli Suyanto memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang mampu menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Ia berharap semangat “Mangun Karsa, Ngopeni Alam, Nguripi Budaya” tetap menjadi napas utama pembangunan di desa.
“Giri Murti adalah contoh nyata bahwa jika alam dirawat (diopeni), maka alam akan menghidupi kita. Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk terus mendukung, terutama dalam penguatan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung agar akses ke pusat edukasi kopi ini semakin mudah,” tegasnya.
Baca Juga :Gudang Kayu di Kediri Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
Acara yang dihadiri oleh jajaran Kepala OPD, Camat Junrejo, dan tokoh masyarakat ini berlangsung khidmat di tengah asrinya perkebunan kopi.



















