Kasus Dugaan Keracunan MBG, Pemkab Kediri Hentikan Sementara Layanan SPPG Tugurejo

Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana.
Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana jenguk siswa keracunan mbg di RSUD SLG (foto: istimewa)

Mas Dhito menegaskan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini. Apabila SPPG terbukti tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP), maka Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapat dicabut.

“Kalau tidak memenuhi syarat, ya akan kami cabut. Ini kasus pertama dan kami harap tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi lima siswa yang masih dirawat di RSUD SLG dilaporkan terus membaik. Mereka tidak lagi mengalami gejala mual, muntah, maupun pusing setelah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.

Read More

Direktur RSUD SLG, dr. Tony Subianto, membenarkan adanya perkembangan positif pada kondisi para pasien.

“Secara umum kondisi mereka membaik. Saat ini sudah tidak ada keluhan mual maupun muntah,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khatib, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sisa makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

Baca juga:DPRD Kabupaten Kediri Soroti Peristiwa Lima Siswa Keracunan MBG

“Sampel makanan masih dalam pemeriksaan di laboratorium. Kami menunggu hasilnya untuk memastikan penyebabnya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *