“Kami sudah melakukan pemetaan terhadap calon jemaah haji risiko tinggi sebanyak 365 orang, termasuk jemaah lansia,” ungkapnya.
Untuk mendukung pelayanan kesehatan selama ibadah haji, Dinkes Tulungagung menempatkan 10 petugas kesehatan kloter yang terdiri atas empat dokter dan enam perawat. Mereka akan mendampingi serta memantau kondisi kesehatan jemaah, khususnya yang masuk kategori risiko tinggi.
Petugas kesehatan nantinya juga bertugas memastikan jemaah rutin mengonsumsi obat sesuai jadwal serta menjaga kondisi tubuh selama berada di Tanah Suci.
Desi mengimbau para calon jemaah untuk tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, baik sebelum keberangkatan maupun saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Baca juga:Pemkab Tulungagung Siapkan 29 Bus, 1.167 Jemaah Haji Berangkat 17–18 Juni 2026
“Di Tanah Suci cuacanya panas, sehingga calon jemaah harus menyiapkan payung, penutup kepala, alas kaki, maupun semprotan air. Selain itu, waktu tidur juga harus cukup, jadi antara ibadah dan istirahat harus seimbang agar kebugaran tubuh tetap terjaga,” pungkasnya.



















