“Dia memegang tangan saya dan membungkam mulut saya hingga masuk ke dalam mulut, menyebabkan luka gores pada tangan kanan dan bibir bagian dalam hingga berdarah,” ungkap korban.
Dalam kondisi terdesak, korban berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya berhasil keluar dari kamar. Teriakan tersebut mengundang perhatian penjaga penginapan dan warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi.
“Saya akhirnya berteriak ‘tolong, maling!’ lalu berlari keluar kamar,” lanjutnya.
Mengetahui warga mulai berdatangan, terlapor langsung melarikan diri bersama sopirnya yang berinisial TIR, yang saat itu datang menjemput. Usai kejadian, korban yang masih dalam kondisi syok dibantu seorang tukang ojek menuju Mapolres Lamongan untuk melaporkan peristiwa tersebut.
Korban juga menyebutkan bahwa terlapor kerap menunjukkan sikap memaksa, terutama ketika keinginannya tidak dituruti.
“Dia seperti memaksa. Kalau sudah ditemani hiburan, biasanya minta diajak ke hotel. Kalau tidak mau, dia marah,” pungkasnya.



















