“Perlu ada waktu khusus untuk saling berkomunikasi langsung, tidak hanya sibuk dengan ponsel masing-masing,” tambahnya.
Baca juga: Sebanyak 1.211 Jamaah Haji Kabupaten Kediri Diberangkatkan
Andadari mengimbau orang tua untuk lebih intens berkomunikasi dengan anak guna membuka ruang dialog dari hati ke hati terkait pengalaman yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar juga perlu ditingkatkan, terutama terhadap individu yang berpotensi melakukan tindakan menyimpang.
“Hal ini penting untuk menjaga kesehatan mental anak dan membentuk pola pikir agar mereka berani melapor kepada orang tua jika mengalami tindakan asusila,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut dapat meminimalkan risiko trauma serta membantu anak tetap merasa aman dan percaya diri dalam beraktivitas sehari-hari.



















