Jombang, SEJAHTERA.CO – Perjalanan spiritual Thudong 2026 yang dijalani rombongan bhikkhu dari Bali menuju Candi Borobudur terus berlanjut. Pada Selasa (19/5/2026), mereka melanjutkan perjalanan menuju Kelenteng Hong San Kiong di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.
Baca juga:Kasus Pembuangan Bayi di Jombang Terkuak, Orang Tua Diduga Masih Pelajar
Sebelum tiba di lokasi tersebut, rombongan terlebih dahulu singgah di Pondok Pesantren Tebuireng untuk berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Kehadiran para bhikkhu di Kota Santri menjadi potret nyata kerukunan dan toleransi antarumat beragama di wilayah yang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam tersebut. Selain itu, Jombang yang merupakan kota kelahiran Gus Dur dinilai memiliki nilai historis dan simbolis dalam perjalanan spiritual ini.
Salah satu bhikkhu dari Sangha Theravada Indonesia, Bhante Thitayanno, menyampaikan bahwa Gus Dur merupakan tokoh bangsa yang dihormati lintas agama karena perannya dalam menjaga keberagaman.
“Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme karena beliau mampu merangkul berbagai perbedaan dan menjaga persatuan bangsa,” ujarnya saat ditemui di Ponpes Tebuireng.
Di sela perjalanan, Bhante Thitayanno juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan Thudong 2026. Dukungan tersebut datang dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga Kementerian Agama.
Ia juga mengapresiasi pengawalan dari aparat TNI dan Polri serta keterlibatan organisasi kemasyarakatan yang turut membantu menjaga keamanan selama perjalanan berlangsung.



















