Menurut Saiful, hasil penjualan sapi tersebut akan digunakan sebagai modal untuk membeli dan mengembangkan sapi-sapi baru di peternakannya. Selama ini, usahanya memang berfokus pada pembiakan dan pembesaran sapi jumbo dengan bobot lebih dari 1 ton.
Baca juga:Pabrik Gula Merah di Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta
“Harga segitu masih memberikan keuntungan. Kami memang fokus pada pengembangbiakan dan pembesaran sapi jumbo. Uang hasil penjualan ini nantinya juga dipakai sebagai modal usaha lagi,” ujarnya.
Selain menjual sapi jumbo, Saiful juga menyediakan sapi kurban dengan bobot di bawah 400 kilogram. Pada Idul Adha tahun ini, penjualan hewan kurban di peternakannya mengalami peningkatan signifikan.
Ia menyebut telah menjual sekitar 100 ekor sapi, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 50 ekor sapi. Untuk sapi kurban reguler, harga rata-rata berkisar Rp25 juta per ekor.
“Kalau sapi kurban biasa, sekarang di peternakan saya tinggal dua ekor. Tahun ini memang laku keras,” pungkasnya.



















