“Catatan dari kami, banyak orang tua atau masyarakat yang menginformasikan ke kami, mereka yang selama liburan ini malah ikut komunitas yang sifatnya ke kegiatan cenderung negatif, anarkis dan merugikan orang lain. Kami ingin orang tua lebih mengawasi mereka lebih ketat lagi jika keluar rumah malam hari,” katanya, Kamis (2/7/2026).
Andadari berharap sekolah bisa memberikan kegiatan alternatif yang memperkaya pengetahuan agar siswa menambah wawasan selama musim liburan dengan aktivitas yang edukatif membangun diri untuk lebih kreatif.
Kesanggupan untuk beraktivitas positif harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.
“Lingkungan sekolah dan keluarga yang berpengaruh positif, sangat mempengaruhi tumbuh kembang mental spiritual siswa. Kegiatan religi keagamaan bisa menjadikan pribadi siswa tangguh dan tidak mudah terpengaruh hal negatif,” imbuhnya.



















