“Kita sudah koordinasi dengan Direktur RSUD Kabupaten Jombang dan Direktur RSUD Ploso. Jadi peserta bisa langsung dibawa ke sana dengan pelayanan khusus untuk peserta muktamar,” jelasnya.
Bagi peserta yang memiliki BPJS Kesehatan, proses pelayanan dan rujukan akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Panitia juga siap membantu proses administrasi apabila diperlukan.
“Kalau mereka memiliki BPJS Kesehatan, maka sudah tidak ada masalah lagi, baik peserta dari Jawa Timur maupun luar Jawa Timur,” terangnya.
Sementara itu, peserta asal Kabupaten Jombang yang tidak memiliki BPJS Kesehatan akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Jombang apabila membutuhkan perawatan.
Sedangkan peserta dari luar Kabupaten Jombang yang tidak memiliki BPJS akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan daerah asal masing-masing.
“Untuk yang asalnya dari Jombang, pembiayaannya sudah ter-cover oleh Pemkab Jombang. Kalau dari luar, nanti secara teknis akan dikoordinasikan dengan pasien dan daerah asal,” jelas Gus Muhyiddin.
Panitia mengimbau seluruh peserta memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan sebelum datang ke Jombang. Selain itu, tim medis juga akan disiagakan dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai pembukaan, sidang pleno, hingga sidang komisi.
Ambulans dan tenaga kesehatan akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Baca juga:Jasad Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Brantas Jombang
“Kita berharap semuanya sehat, muktamar bisa berjalan dengan gembira dan mendapat keberkahan selama pelaksanaan,” pungkasnya.



















