“Berdasarkan indikasi awal dan gejala klinis, kemungkinan besar mengarah pada keracunan makanan. Sebagian besar siswa juga menunjuk pada menu olahan udang yang mereka konsumsi,” terang dr. Aditya.
Penyedia MBG Buka Suara, Sampel Makanan Dites Laboratorium
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan selaku penyedia MBG untuk wilayah Kabuh menyatakan masih menunggu hasil uji laboratorium resmi guna memastikan penyebab utama kejadian tersebut.
Kepala SPPG Mangunan, Chakra Risky Fortuna, menyebutkan dari total 2.899 penerima manfaat program MBG di wilayahnya, laporan keluhan kesehatan sejauh ini hanya muncul dari SMPN 1 Kabuh yang memiliki kuota 689 siswa.
“Kalau dari indikasi sementara, kami memang mencurigai menu udangnya. Namun, kami memastikan seluruh proses pengolahan makanan sudah sesuai SOP. Bahan baku udang kami terima sehari sebelum dibagikan dan saat dimasak kondisinya masih segar serta tidak berbau,” jelas Chakra.
Baca juga:Polres Jombang Siagakan Ribuan Personel Pasukan Pengamanan Muktamar ke-35 NU 2026
Saat ini, sampel makanan berupa udang saus padang dan olahan pendamping lainnya telah diambil oleh tim dinas kesehatan untuk diuji secara komprehensif di laboratorium. Kasus ini masih dalam penanganan intensif pihak Kepolisian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.














