“Bawa poster, bendera, lilin, bunga, dan keberanianmu,” bunyi ajakan tegas yang digaungkan peserta dalam memperjuangkan penuntasan kasus pelanggaran HAM mendiang Munir.
Agenda tahunan ini digelar khusus untuk mengenang jejak perjuangan Munir Said Thalib yang mengembuskan napas terakhirnya di udara pada 7 September 2004 silam. Selain wadah refleksi, momentum ini dimanfaatkan untuk terus merawat ingatan publik terkait penegakan keadilan hukum di Indonesia yang tak kunjung tuntas.
Aksi yang berlangsung haru tersebut dihadiri langsung oleh pihak keluarga almarhum Munir bersama ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya. Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama, orasi kebudayaan, serta penaburan bunga di atas pusara almarhum.



















