Blitar, SEJAHTERA.CO – Jumlah lahan aset millik Pemkot Blitar yang belum mengantongi sertifikat ternyata cukup banyak. Dari total 965 aset, ada sekitar 200 titik yang belum bersertifikat.
Kepala Badan Pedapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Sapto Johannes, mengatakan, sebanyak 209 aset yang belum sertifikat itu tersebar di berbagai lokasi di tiga kecamatan di Kota Blitar.
“Nah yang belum sertikasi ini kami targetkan kelar setiap tahun. Sertifikasi ini bisa melalui PTSL atau non PTSL,” kata Widodo, Jumat (12/1).
Dia menjelaskan untuk mengurangi jumlah aset yang belum bersertifikasi, setiap tahun koordinasi dengan BPN. Dan memang setiap tahun jumlahnya aset yang belum bersertifikasi berkurang.
Dia mengatakan aset milik Pemkot Blitar itu ada yang dalam bentuk tanah atau lahan, ada pula tanah plus bangunan. Ada pula aset jalan dan irigasi. Sesuai dengan laporan pada 2023 lalu, ada 163 lahan yang sudah bersertifikat. Itu masuk dalam program pemerintah atau PTSL.
Dia berharap dengan adanya sertifikat itu bisa melindungi aset Pemkot Blitar. Dengan sertifikat bukti konkret lahan sah milik pemerintah.
Sementara itu, Ketua BPN Kota Blitar, Kusniyati mengatakan bahwa pada 202 sudah menyerahkan 163 sertifikat kepada Pemkot Blitar. Aset itu sebanyak 50 titik di antaranya dalam bentuk aset jalan. “Pada 2024 ini ada lahan aset yang diselesaikan sertifikasinya,” katanya. (ziz)



















