Blitar, SEJAHTERA.CO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun, mengimbau kepada masayarakat untuk lebih waspada saat melintas di perlintasan sebidang. Ini karena memasuki libur Natal dan Tahun Baru, frekuensi perjalanan KA bertambah banyak dan juga kecepatan mencapai 120 kilometer per jam.
“Kami imbau agar semua pihak yang melintas di perlintasan sebidang untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di jalur KA baik yang terjaga maupun tidak terjaga serta melarang masyarakat untuk beraktivitas di jalur KA,” kata Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardoyo, Kamis (14/12).
Kuswardoyo menjelaskan jumlah frekuensi perjalanan kereta api selama masa libur Nataru sebanyak 106, atau meningkat 10 perjalanan dari hari biasa yang terdiri dari 60 kereta api jarak jauh, 32 kereta commuterline Dhoho-Penataran, dan 14 KA barang. Frekuensi perjalanan kereta api meningkat karena KAI mengoperasikan KA tambahan selama libur Nataru.
KAI Daop 7 Madiun mencatat hingga 14 Desember 2023 telah terjadi 45 kejadian yang terdiri dari 23 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api dan 22 kejadian di jalur KA. Hal tersebut menunjukkan masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang dan jalur kereta api serta masih ada orang yang beraktivitas di jalur KA.
Selain itu hingga tanggal 14 Desember 2023, tercatat umlah korban meninggal di perlintasan sebanyak 8 orang dan 20 korban meninggal di jalur KA. Jika dibandingkan dengan kecelakaan di tahun 2022 jumlah ini lebih rendah, terdapat korban meninggal akibat kecelakaan di perlintasan sebidang sebanyak 23 orang dan 12 korban meninggal di jalur KA.



















