Diduga Langgar Netralitas, Bawaslu Tulungagung Datangi ASN Dispertan

Diduga Langgar Netralitas, Bawaslu Tulungagung Datangi ASN Dispertan
Koordinator Bawaslu Tulungagung, Moh. Syafiq Ansori saat memberikan pernyataan soal kunjungannya ke Dispertan Kabupaten Tulungagung (isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulungagung mendatangi kantor Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung, Senin (21/10/2024).

Baca Juga :Update Kerusakan Bencana di Trenggalek: Belasan Rumah Rusak – Jembatan Putus, BPBD Ingatkan Soal ini

Kedatangan Bawaslu Tulungagung ini tidak lain dalam upaya penyelidikan dugaan pegawai Dispertan yang berfoto dengan salah satu paslon.

Read More

Koordinator Bawaslu Tulungagung, Moh. Syafiq Ansori mengatakan, sudah memantau beredarnya foto pegawai Dispertan Tulungagung dengan salah satu paslon. Dua pegawai Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) itu berfoto dan berpose memberi dukungan.

Baca Juga :KPU Ponorogo Fasilitasi APK untuk Para Paslon, ini Jumlah dan Lokasi Pemasangannya

Berdasarkan regulasi yang ada, diketahui jika ASN maupun PPPK harus netral dalam pelaksanaan Pemilu maupun Pilkada atau tidak boleh memihak salah satu calon. Hal ini membuat Bawaslu Tulungagung mendatangi Dispertan Tulungagung untuk melihat sejauh mana kasus itu bergulir.

“Kami ke sini untuk memastikan atau klarifikasi terkait pembinaan dua pegawai itu yang dilakukan oleh Dispertan Tulungagung, apakah sudah sesuai atau belum,” kata Moh. Syafiq Ansori, Senin (21/10/2024).

Baca Juga :Sepekan Operasi Zebra Semeru 2024, Polres Batu Menindak 1.108 Pelanggar

Berdasarkan hasil klarifikasi, kedua pegawai itu yakni Timor dan Priyono memang sudah dipanggil oleh Dispertan Tulungagung untuk diberi pembinaan. Klarifikasi ini dilakukan pada beberapa pegawai Dispertan Tulungagung, tapi belum bisa menemui Kadispertan lantaran masih di luar kota.

Bawaslu juga klarifilasi langsung pada Priyono, sedangkan Timor diklarifikasi terpisah. “Tadi hanya menemui beberapa pegawai Dispertan termasuk salah satu terduga pelanggar netralitas yakni Priyono. Untik Timor kita temui secara terpisah, karena informasinya dia berdinas (Berkantor) di Kantor Kecamatan,” ungkapnya.

Baca Juga :Puluhan Peserta CPNS di Ponorogo Pilih Tak Ikuti Tes SKD, Ternyata ini Alasannya

Syafiq masih harus mendalami apakah kasus ini melanggar netralitas ASN dengan klarifikasi saksi dan pihak terlibat. Kemudian, Bawaslu menggelar rapat pleno untuk mengambil keputusan.

Namun, dalam kasus ini dipastikan adanya pelanggaran netralitas ASN, maka Bawaslu akan merekomendasikan kasus ini ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Untuk sementara ini, belum ada masyarakat yang melaporkan kasus ini ke Bawaslu Tulungagung.

Baca Juga :Ribuan Pendaftar PTPS di Jombang Masuki Tahap Wawancara, ini Tugasnya Nanti

“Sampai saat ini belum ada yang melapor, jadi kami mendalami kasus ini sebagai Informasi Awal atas temuan adanya dugaan pelanggaran netralitas ASN,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *