Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pohon tumbang yang disebabkan angin kencang dan hujan deras menelan empat korban di Kabupaten Trenggalek hingga mengakibatkan satu di antaranya meninggal dunia. Kondisi itu menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.
Baca Juga :Antisipasi Luapan Air, DPUPR Kabupaten Kediri Normalisasi 20 Sungai
Merujuk laporan BPBD Trenggalek, sejak awal November hingga Desember tercatat sebanyak empat korban pohon tumbang. Peristiwa itu terjadi di Jalan Nasional Trenggalek – Ponorogo tepatnya di wilayah Kecamatan Karangan, Kecamatan Trenggalek dan Kecamatan Tugu.
“Dari empat korban tertimpa pohon, satu di antaranya meninggal dunia,” kata Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono, Minggu (8/12/2024).
Data per awal November 2024 hingga 3 Desember 2024, Triadi menyebut ada sebanyak 115 kejadian di 49 desa dari 13 kecamatan.
Baca Juga :Razia Kos, Pergoki 15 Pasangan Tanpa Ikatan Sah di Kota Blitar
Rinciannya adalah 59 bencana longsor, 13 bencana banjir dan 25 cuaca ekstrem yang memicu terjadinya pohon tumbang.
Selain korban jiwa, puluhan rumah di Trenggalek dilaporkan rusak.
“Rinciannya satu tempat ibadah rusak ringan, 40 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat,” imbuhnya.
Triadi menyebut pihaknya telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menanggulangi dampak dari potensi bencana itu.
Baca Juga :Pembunuhan Keluarga Guru Ngancar Diduga Sudah Direncanakan, Tersangka Terancam Hukuman Mati
Misalnya dengan perampingan maupun pemotongan pohon yang berpotensi roboh menimpa pengguna jalan dengan melibatkan pemangku wilayah bersama masyarakat.
“Kegiatan itu kami lakukan bersama petugas gabungan lainnya. Semoga tidak ada lagi korban tertimpa pohon,” jelasnya.



















