Kediri, SEJAHTERA.CO – Tersangka kasus pembunuhan keluarga guru yang terjadi di Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri terancam hukum mati.
Baca Juga :Diduga jadi Pengecer Togel, Lansia Warga Desda Simo Tulungagung Diamankan
Adapun tersangka Yus Cahyo Utomo (35) tega menghabisi nyawa kakak kandungnya dan kakak iparnya serta keponakannya menggunakan palu.
Beruntung satu keponakannya yakni SYL yang turut menjadi korban berhasil selamat dan mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Kediri.
Baca Juga :Tersangka Pembunuhan Keluarga Guru Ngancar Ternyata Adik Kandung, Motif Kecewa Tak Dipinjami Uang
Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto menuturkan, upaya pembunuhan yang mengakibatkan tiga orang meninggal dan satu orang luka-luka, membuat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.
Menurut Bimo, tersangka sebelumnya sudah merencanakan aksinya termasuk membawa peralatan palu untuk menghabisi korban.
Baca Juga :Anak Guru yang Selamat dari Upaya Pembunuhan Ngancar Berikan Keterangan saat Dirawat di RS
“Kasus ini merupakan pembunuhan berencana dengan motif yang sangat keji. Kami akan memprosesnya secara hukum dengan ancaman hukuman tertinggi yaitu pidana mati,” ucapnya, Jumat (6/12/2024).
Bimo menyebut, berdasarkan hasil autopsi yang sudah keluar dari Dokter RS Bhayangkara Kediri bahwa korban meninggal dunia mengalami kekerasan akibat benda tumpul pada bagian kepala. Sedangkan, korban yang selamat mengalami trauma dan menjalani perawatan di rumah sakit.
“Tersangka ini melakukan pemukulan terhadap korban sebanyak tiga kali pemukulan,” katanya.
Baca Juga :Kurang dari 24 Jam, Pelaku Pembunuhan Ngancar Ditangkap Resmob Polres Kediri
Untuk diketahui, korban meninggal dunia adalah Agus Komarudin (41) beserta istrinya Kristina (37), dan anak pertama Christian Agusta Wiratmaja Putra (12). Sedangkan, korban yang selamat adalah anak terakhir yakni Samuel Putra Yordaniel (11) yang kini dirawat di rumah sakit.
Adapun, korban pasangan suami istri (Pasutri) ini merupakan seorang guru yakni Agus Komarudin Pegawai Negeri Sipil (PNS) Desa Babadan Kecamatan Ngancar dan Kristina Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Tulungagung.



















