Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ponorogo mencatat rata-rata ada ratusan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang terpasang di jalan mati setiap bulannya. Itu, akibat korsleting listrik, tiang keropos, jaringan putus, hingga usia lampu yang sudah tua.
Kabid Lalu Lintas dan Sarana Prasarana (Sarpras) Dishub Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono, menjelaskan bahwa kondisi cuaca juga menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan. Terlebih di musim hujan, potensi gangguan semakin meningkat.
“Dari total 3.000 lampu PJU, sekitar lima persen mengalami kerusakan. Setiap hari kami melakukan perbaikan di beberapa titik, terutama di wilayah kota,” ungkap Setyo Budiono, kepada koranmemo.com (25/2/2025).
Baca Juga :Terdampak Penghematan, Even Seni Nusantara di Kota Blitar Digelar Sederhana
Budi sapaan akrabnya mengatakan, untuk mengatasi tersebut pihaknya menyiagakan petugas patroli pada malam hari guna memantau kondisi PJU di berbagai titik. Tim ini bertugas menyisir lokasi-lokasi rawan dan memastikan PJU yang rusak segera diperbaiki.
“Kami sudah membagi petugas per wilayah. Setiap pagi, tim kami melakukan perbaikan lampu yang mati, memperbaiki korsleting, hingga jaringan putus. Cuaca ekstrem, baik panas maupun hujan, menjadi salah satu penyebab utama kerusakan,” kata Budi.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub Kabupaten Ponorogo terus melakukan penambahan PJU setiap tahunnya. Pada tahun 2023, sebanyak 226 PJU baru dipasang, dengan rincian 163 unit di Kecamatan Pulung, 7 unit di Siman, serta 56 unit di Jalan Urip Sumoharjo.



















