Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Rentetan bencana tanah longsor yang terjadi di Ponorogo dalam beberapa hari terakhir membuat BPBD Jawa Timur turun langsung melakukan asesmen. Salah satu titik yang dinilai berpotensi longsor berada di Desa Bareng, Kecamatan Pudak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Ponorogo, Marsanto, mengungkapkan bahwa dari hasil asesmen ditemukan struktur bebatuan andesit yang mulai lapuk karena tergerus air. Kondisi inilah yang kemudian memicu retakan tanah dan meningkatkan risiko longsor.
“Memang ditemukan adanya retakan tanah dan mahkota sepanjang sekitar 50–70 meter. Di bagian tengah melebar, dan di bawah lebih besar lagi,” ujar Marsanto kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga :Pemkab Ponorogo Pastikan Relokasi TPA Mrican Mulai Awal 2026, Anggaran Rp 8 Miliar Disiapkan
Ia menjelaskan, lokasi retakan tersebut berada tepat di atas pemukiman dan mengancam tiga rumah di bawahnya. Retakan serupa sebenarnya sudah muncul sejak 2010, namun sempat tertutup dan kini kembali terlihat dengan penurunan tanah sekitar 1–2 meter.
“Itu jalan desa yang menghubungkan antar-RT. Kondisi tanah di sekitar retakan juga sudah turun 1–2 meter. Karena ini memang retakan lama sejak 2010,” tegasnya.



















