Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Satlantas Polres Tulungagung tengah menyelidiki kecelakaan lalu lintas yang terjadi di simpang empat Kelurahan Kepatihan. Insiden ini menjadi perhatian setelah muncul dugaan salah satu korban merupakan kurir minuman keras (miras).
Baca juga:DPR RI Pastikan Kualitas Beras Bulog Tulungagung Tetap Baik Meski Disimpan Setahun
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 15.20 WIB di ruas Jalan MT Haryono, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana, mengatakan kecelakaan melibatkan dua pengendara sepeda motor, yakni DA (31), warga Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru, dan H (27), warga Kelurahan Bago, Tulungagung.
“Kecelakaan melibatkan dua pemotor di simpang empat Kepatihan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat pengendara Honda Scoopy melaju dari arah barat dan hendak berbelok ke utara. Pada saat bersamaan, dari arah selatan melaju sepeda motor Honda CB 150 R dengan kecepatan cukup tinggi.
Diduga, pengendara Scoopy kurang memperhatikan arus lalu lintas saat berbelok sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Akibat insiden tersebut, DA mengalami luka berat di bagian kepala dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Saat ini, korban masih berada di zona kuning.
“Korban mengalami luka berat di kepala dan masih dirawat di RSUD dr. Iskak,” jelasnya.
Kasus ini sempat viral di media sosial setelah beredar foto yang menunjukkan botol diduga miras pecah dan berserakan di lokasi kejadian. Namun, saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan barang bukti tersebut.
Meski demikian, polisi mengakui menemukan ceceran cairan yang diduga berasal dari botol miras yang pecah saat kecelakaan.
Saat ini, Satlantas Polres Tulungagung masih berkoordinasi dengan Satreskoba untuk menelusuri dugaan keterlibatan miras dalam peristiwa tersebut.
Baca juga:Panen Raya Tulungagung Tembus 94 Ribu Ton, Stok Beras Nasional Kian Melimpah
“Untuk kecelakaannya sudah ditangani dan kedua pihak sepakat berdamai. Namun terkait dugaan miras, masih kami dalami bersama Satreskoba,” pungkasnya.



















