Mojokerto, SEJAHTERA.CO – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, meresmikan jalan poros Dusun Kelompok di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Minggu (11/1/2026) siang. Peresmian ini menjadi momentum penting bagi warga karena jalan tersebut tidak hanya menghubungkan antardesa, tetapi juga menjadi akses utama menuju SMK Negeri Kemlagi.
Baca juga:Bupati Mojokerto Tinjau Banjir Banyulegi, Pastikan Penanganan Darurat Optimal
Kegiatan tasyakuran dan peresmian dihadiri Forkopimca Kemlagi, Kepala Desa Mojogebang beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jalan poros tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Pembangunan jalan ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan akses yang layak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jalan poros Dusun Kelompok merupakan bagian dari belanja modal jalan kabupaten, berupa pelebaran ruas menuju standar Jalan Mojowono–Mojogebang. Ruas ini menghubungkan Desa Mojowono dan Desa Mojogebang sekaligus menjadi jalur vital menuju SMK Negeri Kemlagi.
Pembangunan dilakukan dengan nilai kontrak sebesar Rp2,94 miliar. Pekerjaan meliputi pelebaran jalan selebar 5,5 meter sepanjang 350 meter dan 5 meter sepanjang 438 meter.
Konstruksi menggunakan perkerasan beton FS 40 dengan tulangan wiremesh, dilengkapi dinding penahan dari pasangan batu kali, serta saluran RCP berdiameter 80 sentimeter pada dua titik untuk mendukung sistem drainase.
Gus Barra berharap keberadaan jalan tersebut dapat memperlancar aktivitas masyarakat.
“Jalan ini kami bangun agar mobilitas warga lebih lancar, baik untuk bekerja, sekolah, maupun kebutuhan sehari-hari lainnya,” tuturnya.
Ia juga menegaskan pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar menjalankan program.
“Pembangunan ini berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai pembangunan desa menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.
“Ketika akses desa semakin baik, pergerakan ekonomi akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat lebih merata,” ujarnya.
Baca juga:Menteri HAM Tinjau Kasus Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto, Evaluasi Total SPPG
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat serta mengajak masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


















