Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2023, kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan secara meyakinkan. Persentase penurunan kasus laka lantas tersebut mencapai 53,3 persen.
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Jodi Irawan mengatakan, pada pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2023 kemarin terjadi 21 laka lantas di Kabupaten Tulungagung, angka ini menurun jika dibandingkan tahun 2022.
Adapun 2022 kemarin, dalam periode yang sama terdapat sebanyak 45 kejadian laka lantas Hal ini berarti ada penurunan kejadian laka lantas sebanyak 53,3 persen dari kasus laka di Tulungagung lantas pada tahun 2022 kemarin.
“Evaluasi operasi lilin semeru 2023, kasus laka lantas menurun sebanyak 24 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2022,” kata AKP Jodi Irawan, Kamis (18/1/2024).
Sedangkan untuk jumlah korban jiwa, pada tahun 2022 itu tergolong minim yakni ada sebanyak dua orang korban meninggal dunia usai mengalami laka lantas. Sedangkan pada tahun 2023 kemarin, angka korban jiwa juga mengalami penurunan yakni hanya satu korban.
Diketahui, korban meninggal pada tahun 2023 itu dipastikan bukan wisatawan yang berkunjung ke Tulungagung untuk berwisata pada tahun baru. Melainkan warga Kecamatan Pakel yang mengalami kecelakaan dengan pengemudi mini bus usai keluar dari gang.
“Satu korban jiwa itu merupakan pengendara sepeda motor, dimana saat keluar gang dihantam oleh pengemudi mobil minibus,” ungkapnya.
Faktor menurunnya kasus laka lantas, jelas Jodi, diyakini karena masyarakat mulai sadar dan berhati-hati saat berkendara dengan menurunkan kecepatan. Padahal, tingkat kepadatan lalu lintas menjelang pergantian tahun terbilang sangat padat dan meningkat.



















