Konser Happy Asmara Hari Jadi Trenggalek ‘Ambyar’, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan, 11 Oknum Pendekar Diamankan

Konser Happy Asmara Hari Jadi Trenggalek ‘Ambyar’, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan, 11 Oknum Pendekar Diamankan

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Konser Happy Asmara di malam puncak Pesta Rakyat dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-829 Trenggalek di Alun-alun Trenggalek, Selasa (29/8) malam berakhir tak klimaks. Penonton terlibat ricuh sehingga konser dihentikan sebelum lagu berakhir.

Rupanya kerusuhan antar penonton tidak hanya terjadi dalam area alun-alun, kericuhan menjalar di luar area hingga petugas melepaskan tembakan peringatan.

Kedatangan pedangdut asal Kediri, Happy Asmara sukses menyedot animo masyarakat Bumi Menak Sopal dan sekitarnya. Pengamatan di lokasi, sudah sejak sore pukul 19.00 WIB penonton yang mulanya didominasi kaum milenial memadati area depan panggung sembari mengenakan aksesoris bergambar Heppy.

Read More

Suasana saat itu begitu riuh, berasal dari teriakan para penggemarnya. Suasana semakin bertambah riuh ketika dalam konser penutup itu sempat terjadi insiden sound mati dan memakan waktu cukup lama hingga membuat penonton kesal. Bahkan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin pun sampai turun tangan diikuti forkopimda untuk memeriksa problem tersebut.

‘Gak krungu mas, suarane gak krungu’ begitu teriakan yang kerap terucap dari mulut penonton yang sedari tadi menunggu sang idola. Hingga akhirnya, kendala teknis pun dapat teratasi.

Forkopimda pun kembali duduk ke tempat yang telah disediakan, sementara Mas Ipin memilih untuk tetap berada di atas panggung dan memantaunya secara langsung.

Awalnya, semua berjalan dengan lancar. Para penonton terlarut dalam nuansa lagu-lagu tentang kisah asmara yang banyak dibawakan. Hati mereka seolah ambyar bernostalgia dengan cerita kisah cintanya masing-masing.

Namun suasana syahdu itu lambat laun mulai berubah saat sekelompok remaja dengan atribut tertentu ikut berjoget dan berpanggul-panggulan.

Suasana mulai tidak kondusif, karena banyak penonton yang ada di sebelah pagar depan panggung memilih untuk menjauh, karena mulai terdesak dan ada juga yang sesak karena banyaknya penonton. Namun tak sedikit pula yang memilih bertahan.

Petugas keamanan yang terdiri dari TNI-POLRI dibantu ormas serta elemen lainnya sibuk untuk mengurai potensi-potensi terjadinya kerusuhan. Bahkan beberapa diantaranya ditarik dari kerumunan penonton karena mabuk.

Hingga akhirnya kericuhan pun benar-benar pecah. Ketidaknyamanan sebenarnya terlihat saat lagu Wes Tatas dinyanyikan. Sebab saat itu ada kerusuhan, namun dapat segera direda. Namun, kejadian itu kembali terulang saat Heppy Asmara menyanyikan lagu Rungkat.

Saat menyanyikan lagu itu, Heppy dan kru sempat menyetop lagu itu karena melihat adanya kerusuhan disisi sebelah kiri panggung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *