“Memang kabar itu sudah beredar luas di media sosial. Namun kita belum dapat informasi resmi, ketika saya konfirmasi ke UPT perlindungan tenaga kerja di provinsi itu belum ada informasi resmi juga. Alurnya nanti KDEI Taiwan ke BP2MI baru ke kami,” imbuhnya.
Jika kabar tersebut terbukti benar, pihaknya akan mengambil langkah usai mendapatkan kepastian melalui surat resmi. Yaitu membantu memfasilitasi kepulangan jenazah tersebut bersama BP2MI dan agensi tempat korban berangkat.
Berkaca dari pemberian fasilitas – fasilitas pemulangan jenazah soal lain yang sudah dilakukan, rata-rata waktu yang dibutuhkan kurang lebih sekitar dua minggu. Namun pihaknya berharap kabar itu tidak benar.
“Ini katanya BP2MI, masih ditangani polisi sana. Soal jumlah, katanya satu meninggal satu lagi kritis. Soal PMI asal Trenggalek atau bukan itu masih simpang siur. Jadi saya tidak berani berbicara terlalu jauh sebelum ada informasi resmi, karena katanya soal tawuran antar kelompok tertentu sehingga sensitif. Jangan sampai Trenggalek yang sudah ayem bergejolak,” tukasnya.
Dikonfirmasi terpisah soal adanya PMI yang meninggal di Taiwan, Kapolsek Watulimo AKP Zainudin membenarkannya. Namun dia mengaku belum mendapatkan informasi resmi soal kronologi penyebab kematiannya.
Namun dia tak sepenuhnya membantah saat disinggung soal penyebab kematian di Taiwan akibat tawuran antarkelompok komunitas perguruan silat.
“Informasinya memang ada, tapi kita belum tahu kronologi dan sebagainya. Korban ini warga Desa Karanggandu. Kita sudah datang ke rumahnya, namun dari keluarga masih belum mau cerita, kita juga belum berani bertanya lebih jauh. Jadi kita tunggu informasi resmi dari dinas yang menaungi dulu,” kata dia.
Dalam potongan video berita yang beredar luas di media sosial itu menggambarkan tawuran antar kelompok diduga antar kelompok perguruan silat tertentu. Dalam berita yang secara garis besar berjudul ‘Klub Bela Diri Terkuat Indonesia Bertarung Secara Kelompok’.
Itu diduga tawuran akibat dipicu aksi saling tantang – tantangan di media sosial. Akhirnya dua kelompok diduga perguruan silat terlibat tawuran dengan jumlah tak seimbang. (ase)



















