Kediri, SEJAHTERA.CO – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melihat secara langsung para peserta pelatihan pengelasan yang sedang praktik di Kantor Kelurahan Tamanan. Sebanyak 27 peserta mengikuti pelatihan tingkat dasar pengelasan selama 10 hari, mulai dari tanggal 4 Oktober hingga 13 Oktober 2023.
Pelatihan pengelasan ini merupakan salah satu bidang dalam Pelatihan Kewirausahaan dan Keterampilan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri. Setelah mendapat pelatihan, para peserta juga akan mendapat sertifikasi.
“Di Kota Kediri ini kita mengadakan banyak pelatihan, jadi pelatihannya diadakan secara langsung. Karena ini akan mendapat sertifikasi jadi harapannya yang dilatih bisa langsung kerja. Pelatihannya ini bagus, tidak kacang-kacang. Kalau ikut pelatihan di luar bisa sekitar 10-20 juta rupiah,” ujar Wali Kota Kediri.
Lebih lanjut, Abdullah Abu Bakar juga mengingatkan para peserta bahwa setelah lulus pelatihan, mereka akan mendapatkan sertifikat maupun kesempatan uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal itu bisa sebagai bekal untuk bekerja, karena di bidang pertambangan, perkapalan, bandara banyak membutuhkan keahlian las yang sudah tersertifikasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri Bambang Priambodo mengatakan, syarat untuk bisa menjadi peserta pada pelatihan pengelasan ini yakni harus warga Kota Kediri, dengan pendidikan minimal SLTA, dan usia maksimal 35 tahun.
Para peserta pelatihan juga mendapat beberapa fasilitas. Bambang menjelaskan, para peserta mendapat fasilitas berupa seragam dan APD pengelasan lengkap (mulai helm, face shield, sarung tangan las, pakaian & safety shoes), dan sertifikat pelatihan dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Para peserta juga mendapat kesempatan untuk kunjungan ke workshop dan proyek pengelasan agar mereka dapat merasakan atmosfer sesungguhnya dan akan diberikan fasilitas uji kompetensi BNSP.



















