Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Kekeringan yang terjadi tahun ini nampaknya tidak terlalu menimbulkan potensi kerugian pada lahan pertanian. Sebab, dari 1000 hektare lahan pertanian yang diasuransikan, hingga kini belum ada yang mengajukan klaim.
Tamar Mahara, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo mengatakan, 1000 hektare lahan yang diikutsertakan dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tahun 2023 sebagai langkah proaktif untuk melindungi hasil panen.
“Belum ada yang mengajukan klaim, berarti memang tidak mengalami gagal panen,” ungkap Tamara kepada wartawan, Kamis (2/11/2023).
Tamar mengakui bahwa potensi gagal panen akibat kekeringan dan serangan hama cukup besar tahun ini. Hal ini seiring dengan musim kemarau yang panjang dan cuaca panas yang sangat ekstrem, para petani di daerah menghadapi tantangan berat.
“Memang potensinya lebih tinggi jika dibandingkan dengan musim kemarau tahun sebelumnya, karena memang durasi musim kemarau tahun ini lebih panjang,” jelasnya.
Oleh sebab itu, sebagai langkah preventif pihaknya melakukan kerjasama dengan PT Jasindo dengan mengikutsertakan sebanyak 148 kelompok tani untuk diikutkan dalam program AUTP. Tujuannya, agar ketika terjadi gagal panen petani masih terlindungi dari segi finansial.



















