Studi Tiru Mesin Oksidasi Sampah, Ketua TP-PKK Trenggalek Dorong Pengelolaan Ramah Lingkungan

Studi Tiru Mesin Oksidasi Sampah, Ketua TP-PKK Trenggalek Dorong Pengelolaan Ramah Lingkungan

Kepala Desa Taji, Sigit Supriyadi mengatakan, mesin oksidasi yang dibuat itu memiliki keunggulan. Dengan kapasitas 15 truk sampah untuk pengoperasian sehari semalam, hanya membutuhkan kayu 15 menit untuk pembakaran pertama, lalu 1 jam kemudian diisi dengan sampah. Hingga akhir proses, sampah jadi residu berupa abu sebanyak dua arko (gerobak dorong).

“Panas tungku pembakaran bisa mencapai 1300 derajat. Proses pembakaran tidak menggunakan bahan bakar ataupun listrik. Sampah basah atau kering tidak dipilah, kecuali logam atau kaca. Kalaupun terbawa masuk ke tungku tidak masalah namun bisa mengganggu pembakaran,” kata dia.

Dengan bejana atau reaktor yang menggunakan sedikit bahan kimia dalam proses pembakaran, dia meyakini tidak menghasilkan emisi gas karbon yang mencemari lingkungan. Atas keberhasilannya, dia sempat memaparkan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dibuatnya di Kementerian Desa.

Read More

“Dalam pembakaran memang masih terdapat residu namun perbandingannya sangat kecil dan ini bisa digunakan untuk campuran semen dan semakin keras. Kemudian karena residu nol bisa digunakan untuk pupuk dan diyakini sangat bagus untuk tumbuhan.”

“Bahkan kalau dibakar kembali residu itu habis tak bersisa. Kemudian perbandingan residu pembakaran semalam sampah lima Dum truk residunya cuma 2 angkong saja,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *