“Ada beberapa alasan mengapa orang meneruskan Hoaks. Yang pertama, berita dari orang yang dapat dipercaya tanpa memeriksa kembali kebenaran informasi, mengira bermanfaat, mengira benar dan ini yang paling sering terjadi, ingin dianggap sebagai orang yang pertama tahu. Terupdate lah. Ingat media sosial bukan ruang privat, melainkan ruang publik,” imbuhnya.
Untuk mengetahui apakah informasi itu valid atau tidak, pihaknya memberikan tips kepada generasi penerus itu. Cara mendeteksinya adalah melalui 4 C yaitu cermati, cek, cari dan cepat. Selain itu dapat juga memanfaatkan fast checking untuk mengetahui penulis, narasumber berikut kompetensi dan kredibilitasnya.
“Kita harus cerdas dan meningkatkan literasi media sosial. Literasi di sini mencakup juga melek visual yaitu kemampuan untuk mengenali dan memahami ide yang disampaikan secara visual melalui video atau gambar,” pungkasnya.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















