Ia pun mengaku heran mengapa anggaran yang cukup tinggi dari pemerintah untuk stunting namun makanan tambahan untuk perbaikan gizi justru tidak layak konsumsi. “Kok ngasi warga kayak gitu,” tuturnya.
Diketahui, alokasi anggaran untuk balita stunting tahun ini dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang untuk 5.354 anak, sebesar Rp 379,7 juta.
Suwito menyesalkan kualitas makanan yang diperuntukkan balita stunting tidak layak konsumsi. Padahal pemerintah pusat memberikan bantuan untuk mengatasi stunting ini miliaran rupiah setiap kabupaten.
“Pemerintah ini kan menggelontorkan biaya untuk stunting itu bukan jutaan, tapi miliaran. Khusus untuk mengentas masalah stunting. Tapi pemerintah (Kabupaten) memberikan bantuan makanan untuk stunting, kalau gak layak konsumsi kan malu besar,” katanya.
Selama ini di desanya, warga miskin dan warga yang masuk dalam kategori balita stunting, diberikan makanan layak dari pemerintah desa. Tapi mengapa justru bantuan stunting dari Pemkab Jombang, melalui Dinkes malah tidak layak konsumsi.
“Nah ini pemerintah kok ngasi makanannya gak layak. Kalau begini justru stuntingnya gak habis, malah nambah,” pungkas Suwito.
Reporter : Taufiqur Rachman



















