Radja Nainggolan, Amunisi Baru Bhayangkara FC, Mampukah Bangkit dari Jurang Degradasi? Kita Tunggu Saja…

Radja Nainggolan, Amunisi Baru Bhayangkara FC, Mampukah Bangkit dari Jurang Degradasi? Kita Tunggu Saja…

Bekasi, SEJAHTERA.CO – Hingga pekan ke – 21 BRI Liga 1 Indonesia, Bhayangkara Presisi Indonesia FC, klub dibawah naungan Polri, sepertinya masih sulit meraih kemenangan.

Posisinya juga di jurang paling bawah hingga terancam degradasi. Di atasnya ada Persikabo 1973 poin 15, Arema FC poin 18, Persita Tangerang poin 23 dan Persebaya Surabaya poin 23.

Bhayangkara FC, demikian akrab disebut, gagal mencuri tiga poin saat bertandang ke markas Persikabo 1973 pada Minggu (3/12/2023) lalu.

Read More

The Guardian, sebutan Persikabo 1973, bermain imbang melawan Laskar Padjajaran, sebutan Bhayangkara FC dengan skor 2-2 di Stadion Wibawa Mukti.

Laskar Padjajaran unggul lebih dulu melalui Myat Kaung Khant. Striker asal Myanmar yang sukses mencetak gol pada masa injury time babak pertama.

Tetapi Bhayangkara FC mampu membalikkan keadaan hingga menjadi 2-1 melalui borongan gol Junior Brandao menit ke-48 dan 54.

Namun Persikabo 1973 berhasil menyamakan skor menjadi 2-2 melalui gol Frenky Missa menit ke-67. Persikabo 1973 harus bermain dengan 10 orang setelah Manahati Lestusen dikartumerah di penghujung laga.

Mario Gomez selaku pelatih mengomentari jalannya pertandingan dan menyayangkan timnya harus kebobolan ketika sempat unggul 1-2. Padahal timnya bisa mencuri kemenangan di laga ini.

“Pada 45 menit pertama kami bermain sedikit lambat tapi kami berusaha dengan sangat baik namun kebobolan di menit-menit akhir,” kata dia.

“Lalu di babak kedua kami bermain sangat baik dan bisa membalikkan keadaan dengan skor 2-1,” ujarnya selepas laga.

“Tapi pada akhirnya berakhir dengan seri padahal kita sudah berusaha sangat keras untuk memenangkan pertandingan,” tambahnya.

Hasil imbang 2 – 2 belum membuat posisi Bhayangkara FC beranjak dari dasar klasemen sementara. Sementara ini menempati peringkat ke-18 dengan raihan 11 poin.

Dengan posisi di dasar jurang ini, Bhayangkara FC berusaha keras menambah amunisi gres dan mungkin paling mahal harganya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *