Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Bandara Internasional Dhoho Kediri akan segera beroperasi. Operasionalnya bandara itu bakal memberikan keberkahan bagi daerah sekitar, salah satunya adalah Kabupaten Trenggalek.
Keberadaan Bandara Dhoho Kediri itu berpeluang untuk meningkatkan iklim investasi di Bumi Menak Sopal.
“Sebab keberadaan bandara itu semakin membuka akses dari dan ke Trenggalek,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin usai mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Untuk menunjang operasional bandara, Mas Ipin menyebut akan dibangun tol ruas Kediri – Tulungagung dimana exit tolnya berdekatan dengan Kabupaten Trenggalek atau Tulungagung sebelah barat. Dengan kata lain, infrastruktur itu akan semakin membuka akses ke Trenggalek sehingga berpeluang meningkatkan potensi investasi.
“Sebenarnya jalan tol ini adalah jalan tol Kediri – Trenggalek, karena exit tolnya sudah dekat dengan perbatasan Trenggalek. Jika tol itu terealisasi, jarak Trenggalek ke Bandara Internasional Dhoho Kediri kurang lebih 45 menit,” imbuhnya.
Mas Ipin optimistis, iklim investasi di Trenggalek bakal mengalami peningkatan, salah satunya dampak adanya Bandara Internasional Dhoho Kediri. Selain kemudahan akses, banyak potensi-potensi yang masih bisa digarap dan menggiurkan investor. Apalagi Trenggalek jemput bola, menggaet para investor dengan berbagai kemudahan berinvestasi.
“Keberadaan bandara ini memberikan peluang bisnis, investasi dan kunjungan wisata bagi Trenggalek. Semoga memberikan berkah perekonomian bagi masyarakat Trenggalek,” pungkasnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Trenggalek, Edi Santoso menambahkan, selain Bandara Internasional Dhoho Kediri, peningkatan iklim investasi itu juga didorong adanya infrastruktur di pesisir selatan, yaitu jalur lintas selatan. Operasional dua infrastruktur secara utuh itu diyakini akan meningkatkan iklim investasi di Trenggalek.



















