Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Aksi bersih-bersih sampah di sungai dilakukan TNI-POLRI dan Forkopimda serta sejumlah elemen masyarakat lainnya di Kabupaten Trenggalek. Langkah mitigasi dengan kegiatan bersih sampah yang dilakukan secara masif itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat sampah yang menumpuk di aliran sungai.
“Diharapkan dengan membersihkan selokan maupun sedimen sungai, Kabupaten Trenggalek terbebas dari ancaman banjir. Selain itu menggugah kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan. Karena lingkungan kotor dapat menyebabkan wabah penyakit,” kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat aksi bersih sampah aliran sungai di Pasar Subuh Trenggalek.
Aksi bersih sampah sungai yang diawali dengan Karya Bhakti bersama Kodim 0806 Trenggalek di area Pasar Subuh itu, lanjut Mas Ipin, diharapkan dapat berkesinambungan diikuti oleh kegiatan serupa di tingkat kecamatan hingga pedesaan. Untuk itu Mas Ipin berharap aksi serupa dilakukan secara masif dengan melibatkan semua pihak.
“Jadi ini sudah kita awali, nanti kita akan berkeliling ke masyarakat bahwa 800 ribu masyarakat kemudian 120 ribu hektare lahan di Trenggalek tidak mungkin kita selesaikan semuanya. Tolong untuk menyelesaikan 120 ribu hektare semuanya kondisinya dalam keadaan bersih. Semuanya aman dan harapannya tidak ada banjir. Kita minta semuanya terlibat gotong royong. Kalau tidak hari Jumat, hari Sabtu atau Minggu, setiap minggu nanti kita keliling. Harapannya semua masyarakat nanti bergerak,” imbuhnya.
Selain untuk mitigasi banjir di tengah intensitas curah hujan yang mulai meningkat, aksi bersih sampah di sungai itu dilakukan untuk mencegah terjadinya indikasi penyakit. Sebab sampah yang menumpuk berpotensi menimbulkan penyakit yang dapat menjadi mewabah.
“Untuk itu kita lakukan tpencegahan, sebab biasanya nanti bisa diikuti beberapa wabah akibat lingkungan yang kotor,” ujarnya.



















