Suarabaya, SEJAHTERA.CO – Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Kota Surabaya, menjadikan event wisata kuliner Senja Surya (Seneng Njajan Nang Pasar Surya).
Event wisata kuliner Senja Surya gelaran PDPS Kota Surabaya ini sebagai agenda rutin, setelah sebelumnya dihelat kawasan Pasar Wonokromo dan Pasar Kembang.
Kuliner Surya Senja ini sebagai salah satu upaya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya dalam membangkitkan perekonomian di sektor UMKM.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PD Pasar Surya Surabaya, Agus Priyo saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-151 PDPS di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jumat (8/12/2023) malam.
Perayaan ini sekaligus dikemas bersamaan dengan event wisata kuliner Senja Surya 2.0. “Harapan saya event Senja Surya bisa digelar tiga sampai empat bulan sekali. Artinya, dalam satu tahun paling tidak bisa tiga kali digelar,” kata Agus Priyo.
Agus Priyo juga mengungkapkan, event wisata kuliner Senja Surya di Pasar Wonokromo, merupakan yang kedua kalinya digelar. Sebelumnya, event ini telah sukses diadakan di Pasar Kembang pada Agustus 2023.
“Ini yang kedua kita gelar di Pasar Wonokromo dan nanti yang ketiga kita akan cari pasar-pasar lain. Di Pasar Wonokromo kita buka satu bulan penuh, mulai tanggal 20 November – 20 Desember 2023,” paparnya.
Ia menyebut bahwa ada sekitar 18 pelaku UMKM kuliner yang terlibat di Senja Surya 2.0 Pasar Wonokromo. Namun ke depan, pelaku UMKM kuliner di setiap event Senja Surya akan dirolling atau berganti.
“Kami akan rolling juga nanti pada saat ganti pasar, kami ganti UMKM-nya. Karena tujuan Senja Surya sendiri untuk mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat agar datang, berbelanja dan menikmati pasar tradisional,” ujar dia.
Di waktu yang sama, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Kota Surabaya, Tomi Ardiyanto, mengapresiasi kinerja dan inovasi yang telah dilakukan PD Pasar Surya selama setahun terakhir.
“Seiring berjalannya waktu, pasar ini bukan hanya menjadi tempat belanja, tapi juga menjadi simbol kebersamaan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Surabaya,” kata Tomi Ardiyanto.



















