Kendati mengalami kekeringan, Ilham dan warga Campurdarat masih rutin diberi kiriman air bersih oleh pemerintah untuk menunjang aktivitas harian. Hanya saja, air harus dibagi rata kepada warga, dan perkeluarga hanya mendapatkan air yang cukup saja.
Ilham tidak bisa berbuat banyak selain berharap musim hujan segera datang agar sumur-sumur warga bisa kembali terisi normal. Namun, apabila kondisi kekeringan terus berlarut-larut sampai tahun 2024 mendatang, pihaknya hanya bisa pasrah.
“Mau bagaimanapun, kondisi seperti ini karema faktor alam, kami juga tidak bisa menyalahkan siapapun selain pasrah akan keadaan,” pungkasnya.
Sementara itu, warga Campurdarat lainnya yakni Nur Yanti mengatakan, kekeringan pada sumur di rumahnya cukup parah, lantaran air sumur rumahnya hanya tersisa sedikit. Bahkan untuk sekadar mandi dia terpaksa menumpang di rumah tetangganya yang air sumurnya masih bisa dimanfaatkan.
“Di rumah kami sudah tidak bisa apa-apa, satu rumah ada lima orang, untuk buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK) saka sudah habis. Mandi terpaksa numpang ke rumah tetangga yang airnya masih bisa dipakai,” kata Nur Yanti.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















