“Sudah sering tengkar, karakter suaminya memang keras. Sangking seringnya tengkar sampai kita tetangga itu cuek,” bebernya.
Sementara, Ketua RT 04 Slamet Afandi menyebut bahwa setelah pertengkaran itu terjadi, warga sekitar pun menanyai siapa saja yang mau menghampiri rumah pelaku dan korban.
Akhirnya, warga pun tahu jika terjadi pembunuhan setelah polisi datang beberapa jam usai pelaku menyerahkan diri.
“Setelah itu setiap mau ada orang kesana ditanyai. Pas tadi ditanya, ternyata polisi,” tuturnya.
Sebelum menyerahkan diri, Slamet sempat melihat pelaku mondar-mandir didepan rumah. Hal itu ia lihat setelah Slamet pulang Jogging di area Rampal, Kota Malang.
“Pagi tadi masih masih mondar-mandir itu. Ternyata setelah itu menyerahkan diri dan kita tahu bahwa istrinya dimutilasi,” tandasnya.
Seperti diketahui pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh pelaku tersebut menggemparkan warga Kota Malang karena potongan tubuh korban ditemukan didalam ember yang ditaruh di halaman rumah.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















