Santri Tewas di Blitar Diduga Dianiaya, Keluarga Serahkan Kasus ke Polisi

Santri Tewas di Blitar Diduga Dianiaya, Keluarga Serahkan Kasus ke Polisi

MA meninggal pada Minggu (7/1) sekitar pukul 05.00. Usai divisum, jenazah dimakamkan di pemakaman umum setempat. “Untuk jelasnya soal kronologi masih menunggu dari kepolisian,” katanya.

Seperti diketahui, MA (14) santri korban keroyok sesama santri akhirnya meninggal dunia. Pelajar asal Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar harus menyerah akibat luka dalam pasca dikeroyok.

Kabar duka itu disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Rizal. Dia mengakui pelajar SMP di salah satu di Kecamatan Sutojayan itu meninggal pada Minggu pagi (7/1) sekitar pukul 05.00.

Read More

“Benar (meninggal,red). Mari kita doakan semoga husnul khotimah,” kata perwira dengan pangkat tiga balok di pundaknya ini.

Bocah yang juga santri di Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq, Lingkungan Brubuh, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan itu sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Di ruang ICU itu korban sempat koma alias tak sadarkan diri pasca diduga dikeroyok sesama santri. Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, nyawanya tetap tak tertolong. Diduga luka dalam di sekujur tubuh utamanya di kepala menjadi penyebab nyawanya melayang.

MA sendiri merupakan anak pertama dari dua bersaudara. MA tercatat sebagai salah satu siswa SMP di Sutojayan. Nah  selain belajar di SMP juga mondok. Di keluarganya tergolong pendiam alias tak banyak bicara. Bahkan ketika liburan akhir tahun tak banyak bicara di rumah. (ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *