“Bukan hanya di Gawok saja yang geger uang raib diembat setan gundul, di Kepuhtelu juga mengalami hal yang sama. Banyak warga yang melihat ada dua tuyul berseliweran,” ucapnya.
Sondim, salah satu pemuda yang ikut mengintai aktivitas tuyul mengaku geram dengan teror ini. Dia merasa kasihan melihat warga yang uangnya hilang dicuri tuyul.
“Kok ya ada orang yang piara tuyul. Apa dia tidak kasihan lihat warga yang sudah payah cari uang, e uangnya malah diembat tuyul,” umpat Sondim.
Dalam waktu dekat, lanjut Sondim, warga Gawok akan mendatangkan orang pintar yang khusus untuk memburu tuyul. Dia berharap tuyul bisa tertangkap.
“Jika tertangkap, tuyul pasti mengaku siapa tuannya. Setelah viral, pasti yang piara tuyul akan malu. Yang piara tuyul itu orang yang malas kerja,” tukasnya.
Menurut Wikipedia, tuyul (bahasa Jawa: thuyul) dalam mitologi pulau Jawa dan sekitarnya, adalah makhluk halus berwujud orang kerdil atau anak kecil dengan kepala gundul, yang dipercaya dapat mencuri uang untuk tuannya.
Mitos mengenai setan gundul pencuri uang sudah ada sejak tahun 1890-an, namun istilah tuyul baru muncul sekitar tahun 1929 setelah krisis ekonomi Depresi Besar.
Tuyul merupakan fakta yang banyak dipelajari oleh sejarawan karena masih dipercaya oleh masyarakat modern sampai sekarang.(jie)



















