Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Ihtiar Kabupaten Trenggalek untuk menurunkan angka stunting membuahkan hasil. Angka prevalensi stunting di Bumi Menak Sopal turun menjadi 6,6 persen pada tahun 2023. Angka itu mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2022 sebesar 7,9 persen.
“Setiap tahunnya, lebih dari 500 anak di Kabupaten Trenggalek terbebas dari stunting,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sunarto, Rabu (24/1).
Merujuk data, tahun 2022 terdapat sebanyak 2.950 anak yang mengalami gagal tumbuh kembang atau stunting. Namun pada tahun 2023, sebanyak 562 anak terbebas dari stunting kurun waktu setahun. Dengan kata lain, tahun 2023 terdapat 2.388 anak yang masih mengalami stunting.
“Angka bayi kelahiran lahir yang stunting juga hanya 0,4 persen. Anak mayoritas yang mulai terkena stunting ini pada umur 6 bulan sekian,” imbuhnya.
Ada banyak sebab terjadinya stunting. Mulai dari kurang optimalnya pemberian ASI eksklusif, sering kali terjangkit penyakit, hingga asupan makanan pendamping ASI yang kurang. Untuk itu, pemerintah memberikan intervensi spesifik dan sensitif untuk menangani stunting dari lintas organisasi perangkat daerah.
“Mulai dari memberikan makanan tambahan, memastikan semua anak mengikuti imunisasi rutin, memantau berat badan, memastikan lingkungan yang bersih, termasuk air minum yang dikonsumsi,” ujarnya.
Termasuk melakukan screening kepada calon pengantin di Bumi Menak Sopal, lanjut Sunarto, juga jadi atensi. Mulai melihat gizinya dari lingkar jangkar lengan atas dan kiri, serta diberikan edukasi dan konseling saat hamil hingga mengatur jarak kehamilan.
Langkah kesinambungan itu sukses menurunkan angka stunting. Bahkan angka tersebut sudah jauh di bawah prevalensi stunting nasional yaitu 21,6 persen dan prevalensi Jawa Timur 19,2 persen. Termasuk di bawah target pemerintah pusat yang mencanangkan angka prevalensi stunting nasional di bawah 14 persen pada 2024.
“Kita berupaya untuk mewujudkan zero stunting di Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor :


















