Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Gunawan Widagdo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk menyebut besaran anggaran selama pembangunan Pasar Baru Kertosono.
Hal tersebut disampaikan saat peresmian pasar di halaman Pasar Baru Kertosono, Senin (5/2/2023).
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas PUPR yang ditunjuk untuk pembangunan pasar memaparkan besaran, sumber dana, hingga alokasi anggaran selama proses pembangunan pasar.
“Sebelumnya kami sampaikan, pembangunan kembali Pasar Kertosono yang terbakar pada tahun 2017 dilakukan secara bertahap. Dari sumber dana APBD Kabupaten Nganjuk dan Bantuan Keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur,” kata Gunawan.
APBD Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas PUPR mengalokasikan anggaran pada Pasar Baru Kertosono sebanyak 2 kali.
“Pertama pada awal pembangunan tahun 2019 senilai Rp 23.521.833.665 dana ini dialokasikan untuk struktur, kerangka pembangunan lantai 1 dan 2,” sebutnya.
Kemudian pengerjaan sementara mandek pada tahun 2020 – 2021, sebab anggaran terpangkas untuk penanganan Covid-19 kala itu.
“Anggaran tahun 2020 dan 2021, terdampak refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19 sehingga pembangunan tidak dapat dilaksanakan,” jelasnya.
Kemudian, tahun 2022 dianggarkan kembali sebesar Rp 11.474.190.400 yang kemudian digunakan untuk pembangunan kios, los, fasilitas penunjang, dan jaringan untilitas pada lantai 1.
Lanjut, pada tahun berikutnya atau awal tahun 2023 dianggarkan kembali sebesar Rp 820.192.600 untuk pembangunan paving, halaman parkir depan, dan belakang.



















