Dia menegaskan drama kolosal setidaknya memberi teladan dan pelajaran melalui kisah perjuangan pahlawan.
“Kami tunjukkan kepada anak-anak bahwa di Kota Blitar, jauh sebelum kemerdekaan, bendera merah putih sudah lebih dulu dikibarkan di Monumen Potlot di Kota Blitar,” jelasnya.
Selain itu, di tanah Kota Blitar memiliki tokoh pahlawan nasional yang kental dengan jiwa semangat nasionalisme. Bung Karno menegaskan, Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Jangan pernah lupakan perjuangan pahlawan.
Sementara itu, suasana drama kolosal berlangsung semarak. Ratusan pemeran dari pelajar sukses menggambarkan kondisi rakyat 79 tahun silam. Mulai penindasan penjajah Belanda hingga Jepang.
Puncaknya para tentara PETA yang dimotori Shudanco Supriyadi memberontak ke Jepang lantaran tak tega dengan nestapa rakyat yang menderita. Suasana tambah apik ketika disuguhi dengan tayangan visual soal gambaran rakyat hidup di bawah penjajahan.
Reporter : Aziz Wahyudi



















