Blitar, SEJAHTERA.CO – Jumlah antrean haji di Kabupaten Blitar benar-benar bikin geregetan. Pasalnya jika mendaftar 2024 atau tahun ini, dipastikan berangkat 2054 nanti. Antrean hingga 30 tahun itu terjadi karena banyaknya warga yang ingin menunaikan rukun Islam yang kelima itu.
“Iya setiap tahun warga yang mendaftar haji banyak. Jumlah pendaftar tidak sebanding dengan kuota atau kursi yang disediakan,” kata Kepala Seksi Haji dan Umrah, Kabupaten Blitar Hamim Tohari, Selasa (5/3).
Dia menjelaskan fenomena antrean panjang pendaftaran haji bukan hal yang baru. Bahkan tak hanya di Kabupaten Blitar tetapi juga daerah lain. Penyebab utamanya keterbatasan kuota. Kursi atau kuota haji di Indonesia bergantung kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Nah, mau tidak mau, Indonesia harus menerima keputusan dari Arab. “Karena memang kebijakan begitu,” katanya.
Menurutnya berdasarkan data, tiap bulan rata-rata warga Kabupaten Blitar yang mendaftar tembus di angka 200 pendaftar. Sementara dalam satu tahun kuota di angka 800. Itupun lebih meningkat dibanding sebelumnya. Nah karena tak sebanding dengan kuota, antrean pun semakin panjang.



















