“Kami lihat dinamika pembangunannya seperti apa, kalau saat proses pembangunan dalam fase tertentu mengharuskan ditutup, ya ditutup, roda dua dialihkan juga. Jadi bisa sewaktu-waktu ditutup total demi aspek keselamatan pengguna jalan,” imbuhnya.
Duplikasi jembatan yang melintasi Sungai Ngasinan itu diperkirakan bakal rampung pada kisaran Juni-Juli 2024. Pembangunan jembatan anyar oleh pemerintah pusat itu dinilai bakal menguatkan konektivitas daerah seiring jembatan lama Nglembu yang sudah berusia usang.
Namun jembatan lama itu tidak akan dibongkar karena dinilai pemerintah daerah memiliki historis yang kuat, ditengarai ada di era kolonial. Tidak menutup kemungkinan, jembatan lama itu nantinya berpotensi jadi objek wisata.
“Ketika pembangunan rampung, informasi yang kami terima, jembatan yang lama nantinya tidak difungsikan, namun tidak dibongkar. Jadi yang saat ini dibangun itu jembatan duplikasi, jembatan plengkung Nglembu Trenggalek,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Gimo Hadiwibowo



















