“Dulunya terumbu karang ini korban bombing, potas untuk perburuan lobster hingga ikan hias yang diperjualbelikan. Kenapa pasir di sini terlihat putih karena adanya serpihan karang yang sudah mati dan terbawa ke daratan. Jadi bleaching, perubahan suhu laut, peningkatan suhu laut akibat perubahan iklim,” jelasnya.
Untuk menanggulangi dampak yang semakin parah itu, Mas Ipin mencetuskan MUF ON yang rutin digelar saban tahun. Selain untuk pelestarian ekosistem laut untuk mendukung blue ekonomi, kegiatan itu sekaligus untuk menggairahkan sektor pariwisata lewat pesona alamnya.
“Kita lakukan regeneratif ekosistem, jangan destruktif,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan MUF ON dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, Hari Laut Sedunia hingga Hari Ulang Tahun APKASI ke 24 itu menjadi spesial. Selain dihadiri oleh pegiat alam lintas daerah, MUF ON 2024 itu juga diikuti 15 finalis Putri Otonomi Indonesia.
Dalam kesempatan itu, istri bupati Trenggalek, Novita Hardini mengapresiasi antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong ikut andil dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya kesadaran bersama dalam menjaga alam itu menjadi ihwal baik untuk mewujudkan cita-cita Trenggalek. Salah satunya adalah menyuburkan investasi.
“Ini sangat menginspirasi dan bisa menjadi teladan bagi kabupaten lain. Tentunya dengan alam yang lestari juga bisa menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi yang muaranya juga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















