Blitar, SEJAHTERA.CO – Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar terkenal sentra jajanan. Sayang, para produsen kerap kesulitan meningkatkan produksi karena kekurangan mesin penunjang.
“Ini yang dirasakan selama ini. Ketika mau meningkatkan produksi sarana penunjangnya belum ada. Maka dari itu kami mencoba untuk mendampingi dan memberikan pelatihan kepada produsen,” kata Dr. Dra. Nilawati Fiernaningsih, M.AB Dosen Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Malang (Polinema), Jumat (28/6).
Dia mengatakan pihaknya bersama tim dari Politeknik Negeri Malang turun langsung ke produsen di Plosokerep. Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, juga memberikan bantuan mesin rotary roaster. Mesin itu berguna untuk sangrai bahan utama jajanan koyah dari kacang hijau.
” Mesin ini berguna untuk menjadikan bahan koyah lebih cepat. Biasanya 2 kilogram dalam 2 jam, dengan Mesin dari kami bisa sampai 50 kilogram dalam waktu 1 jam. Sehingga produknya lebih cepat,” katanya.
Tidak hanya itu, kata dia, dengan menggunakan mesin ini maka kualitas produk juga akan terjaga.
Dia menjelaskan agenda ke pelaku UMK di Kota Blitar itu dalam rangka pendampingan bertajuk “Pemenuhan Permintaan Pasar Regional Melalui Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Produksi Koyah dengan Teknologi Rotary Roaster UMK Wijayakusuma Blitar.”



















